Petuah Imam Ahmad bin Hanbal r.a, Agar Wanita Hamil Melahirkan Dengan Mudah

Menunggu saat-saat istri melahirkan adalah momen penuh kebahagiaan, yang sekaligus bercampur aduk dengan harap dan cemas.

Dalam Kitab Thibbun Nabawi, Imam Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah memberikan suatu resep kepada mereka yang tengah menunggu kelahiran buah hati.

Resep berupa amalan ruqyah ini merupakan petuah dari Imam Ahmad bin Hanbal r.a, dan sangat mudah dilakukan,

Kitab Thibbun Nabawi pada awalnya merupakan suatu bab dari kitab Zaadul Ma'ad fi Hadyi Khairul Ibad, bab ini mengulas khusus tentang perkara pengobatan dan sunnah-sunnah seputar kesehatan ala Rasulullah Saw. Namun karena begitu populernya bab kesehatan ini sehingga para ulama sering mengulasnya secara tersendiri.

Adapun bab tentang amalan agar mudah melahirkan ini ditulis khusus dalam bagian 'Kitab li 'usr al-wiladah'.

Berikut petikannya:

(Kitab tentang kesulitan melahirkan). al-Khallal berkata: Aku diberitahu oleh Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, ia berkata:

Aku melihat ayahku menulis sesuatu untuk perempuan yang susah melahirkan, tulisan tersebut ditulis di atas lembaran putih, atau sesuatu yang bersih, pada lembaran tersebut beliu tuliskan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas r.a, yaitu (berupa zikir) berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ: كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا ساعَةً مِنْ نَهارٍ بَلاغٌ ، كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَها لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحاها

Al-Khallal juga meriwayatkan:
Kami diberitahu oleh Abu Bakar al-Marwazi: Sesungguhnya Abu Abdillah (Ahmad bin Hanbal) didatangi oleh seorang pria dan bertanya:

"Wahai Abu Abdillah, benarkan engkau menuliskan sesuatu untuk wanita yang susah melahirkan 2 hari yang lalu? (Bagaimana caranya?)".

Imam Ahmad menjawab:
"katakan padanya, untuk menuliskan pada lembaran putih dan air za'faran (kalimat di atas)".

Al-Marwazi berkata: dan aku melihat beliau menuliskan hal tersebut untuk beberapa orang.

Diriwayatkan pula dari Ikrimah r.a dari Ibnu 'Abbas r.a:

"Suatu ketika, Nabi Isa a.s berjalan melewati seekor sapi betina yang janinnya meronta-ronta di dalam perutnya (sehingga ia kesakitan), lalu sapi itu berkata:

Wahai Kalimatullah (sebutan Nabi Isa a.s), berdoalah kepada Allah Swt agar Ia menyelamatkanku dari apa yang aku alami ini".

Lalu Nabi Isa a,s mengucapkan:

يَا خَالِقَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخَلِّصَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخْرِجَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، خَلِّصْهَا

Setelah itu, sapi itu pun melahirkan anaknya. dan anak sapi itu langsung berdiri dan dicium oleh induknya.

Ikrimah berkata: maka apabila ada seorang wanita yang susah/payah melahirkan, maka tuliskanlah doa di atas untuknya.

Semua petuah di atas merupakan bentuk ruqyah syar'iyyah dan insya Allah manjur.

Sebagian ulama salaf menyatakan bolehnya menuliskan ayat-ayat al-Qur'an (pada wadah) lalu meminumnya, dan hal tersebut merupakan jenis pengobatan yang diberikan Allah Swt.

Ada juga tulisan lain yang boleh diamalkan, yaitu menuliskan ayat berikut pada bejana yang bersih:

إِذَا السَّماءُ انْشَقَّتْ وَأَذِنَتْ لِرَبِّها وَحُقَّتْ، وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ وَأَلْقَتْ ما فِيها وَتَخَلَّتْ

Lalu bejana tersebut diisi dengan air, lalu airnya diminumkan kepada wanita hamil, dan dipercikkan juga ke perutnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menempelkan sesuuatu lembaran pada keningnya, dan pada lembaran tersebut tertulis ayat:

وَقِيلَ يا أَرْضُ ابْلَعِي ماءَكِ، وَيا سَماءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْماءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ

Dan aku (Ibnul Qayyim) mendengar beliau berkata: "Aku menuliskan ayat serupa untuk beberapa orang, dan mereka sembuh".

(Thibbun Nabawi, terbitan Darul Fikr, hlm. 277-278)




No comments

Komentar yang sopan ya... :D

Powered by Blogger.