Wednesday, March 16, 2016

[Resep]: Cara Membuat Makanan Mesir Tha'miyah / Falafel

Bagi pecinta kuliner Arab, makanan yang satu ini tentu tidak asing lagi: FALAFEL (فلافل). Makanan berbahan utama kacang Fuul Medammes (faba beans) ini memiliki beberapa sebutan. Kalau di Mesir dan Sudan, orang biasa menyebutnya 'Tha'miyah/Tho'miyah' (الطعمية). Istilah ini juga dikenal di kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, Emirat, dan sekitarnya.

Sedangkan di istilah Falafel sendiri lebih populer di gunakan di kawasan Syam, yaitu di Suriah, Libanon, Yordania dan Palestina. Sementara di Yaman, makanan ini biasa disebut sebagai Bajiyah (الباجية أو الباقية).

Kata Falefel sendiri dalam bahasa Arab berarti: yang mengandung banyak Fuul. Makanan super lezat ini sangat populer di Mesir, karena itu tak heran ketika menyebut Tha'miyah, orang-orang akan langsung menyebutnya sebagai makanan rakyat (sya'bi) Mesir. Di seluruh penjuru Mesir, akan banyak dijumpai restoran dengan tulisan menjual Fuul wa Falafel (فول وفلافل), begitu juga para pedagang gerobak keliling kelas menengah ke bawah. Biasanya makanan ini disantap sebagai sarapan pagi, baik oleh kelas elit maupun rakyat jelata.

Tidak hanya di kawasan Arab, makanan ini bahkan juga populer hingga ke Turki dan Mediterani (seperti Yunani).

Konon, resep makanan ini sudah dikenal oleh orang orang-orang Mesir kuno sejak lebih dari 4000 tahun yang lalu. Orang-orang Koptik dipercaya telah mengenal makanan ini dan sering menjadikannya sebagai panganan berbuka puasa.

Namun pakar-pakar kuliner Israel juga menyebutkan bahwa falafel ini adalah makanan tradisional orang-orang Ibrani yang juga sudah dikenal sejak lama orang bangsa Yahudi.

Kalau di Indonesia, makanan ini barangkali ada dijual di restoran-restoran Arab di Jakarta sekitarnya.

Nah, beberapa hari yang lalu, saya mencoba bernostalgia dan memasak makanan ini di rumah bersama istri, tentunya dengan bahan yang seadanya. Dan ajiiiiib, ternyata rasanya tak jauh berbeda dengan tho'miyah yang dijual di restoran Al-Syubrawi di kawasan Hay Sabi', pinggiran Kairo!!! hehehe.

Berikut saya berbagai resepnya dengan anda:

Pertama sekali, yang harus ada tentu saja bahan utama, yaitu kacang Fuul Medammes (Faba Beans). Memang sangat sulit mendapatkan kacang ini di Indonesia. Barangkali ada yang menjualnya di toko-toko Arab di Bogor atau Jakarta, wallahu A'lam. Tapi saya pernah mencoba googling penjual faba bens di tanah Air, tapi  berhasil menemukan penjual. Yang ada hanya di situs Alibaba[dot]com, itupun dengan pembelian [impor] dalam jumlah besar. Namun saya jadi tahu, ternyata faba beans juga popluer di China, bahkan ternyata China juga sudah memproduksi kacang Fuul Medammes rebus merek 'Ma Ling' dan dikemas kalengan untuk diekspor ke kawasan Timur Tengah.

Lalu bagaimana cara mendapatkan kacang ini? Begini saja, kalau ada saudara atau rekan yang sedang Umroh, titip minta dibelikan kacang ini di Mekkah. Kacang kering fuul medammes ini bisa di beli di Supermarket Bin Dawood dalam bentuk kemasan 1/2 kiloan seharga 6 Riyal/bungkus. [Bin Dawood ada di bawah Zamzam Tower di Mekkah, dan ada juga di dekat Masjid Nabawi di Madinah].

Berikut bentuk kemasan yang saya beli:

kacang fuul medammes kering kemasan merek Taktat, seharga 6 SR / 0,5 kg
Baik, kalau kacangnya sudah ada. Sekarang ambil satu gelas besar (300 ml), lalu rendam dengan air selama lebih kurang 12 jam agar kacangnya menjadi lunak (menjadi seperti kecambah).

kacang fuul medammes kering direndam dalam air biasa selama 12 jam
Setelah perendaman 12 jam, maka kulit kacang akan mudah dibuang dan dipisahkan dengan isinya. Kalau sudah begitu, siap-siapkan bahan-bahan yang lain, yaitu:

- Bawang bombay ukuran sedang 1 buah (bisa diganti dengan bawang merah biasa sebanyak 7 biji)
- Bawang putih 5 siung.
- Daun persley/petersli satu ikat kecil. Daun ini biasa disebut oleh orang Arab sebagai Baqdunis (البقدونيس). Di daerah saya (Sumatera) agak susah mendapatkan daun ini. Sebenarnya, fungsi daun ini adalah untuk memberikan kesan hijau pada tha'miyah, jadi kalau tidak ada bisa diganti dengan daun seledri atau daun bawang / daun bawang prei. Jangan lupa diiris kecil-kecil.
- Ketumbar/sebaiknya yang sudah berbentuk bubuk. Sedikit saja, untuk menambah aroma.
- Baking soda (soda makanan/kue).
- Biji wijen (simsim)
- Garam, sesuai selera. Kalau saya pakai 1 sendok teh.
- Minyak goreng

Bahan tha'miyah: kacang fuul yang sudah di kupas, bawang putih, bawang bombay, daun bawang, persley, wijen, baking soda, dan ketumbar.
Baik, kalau sudah tersedia semua bahannya, sekarang waktunya mengadon. Pertama-tama, blender kacang fuul medammes. Agar lebih mudah, campurkan air sedikitr, dan blender sedikit-sedikit. Sambil terus diblender, campurkan bawang bombay dan bawang putih yang sudah di cacah, lalu campurkan pula daun bawang dan persley (seledri) hingga warna kacang yang putih berubah kehijauan. Lalu campurkan garam, ketumbar halus, garam dan baking soda. Lalu blender terus sampai semua tercampur rata seperti gambar di bawah ini:

semua bahan tha'miyah/falefel sudah tercampur rata setelah diblender
Nah, kalau sudah seperti gambar di atas, anda akan mulai ngiler... hehe.. Sekarang waktunya menggoreng. Jadi, segera saja panaskan minyak goreng di api sedang. Setelah benar-benar panas, langsung saja digoreng.

Ambil sedikit adonan tha'miyah dnegan sendok, atau bisa juga dibentuk bulat-bular seperti bakso, tapi jangan terlalu tebal, lalu taburkan biji wijen di atasnya.

taburkan sedikit biji wijen sebelum dicelupkan ke penggorengan
Lalu celupkan ke penggorengan (api sedang).

goreng falefel hingga berwarna kecokelatan
Jangan lupa dibalik agar matang merata. Dan setelah berwarna kecokelatan, angkat falafel dan tiriskan.

Tiriskan tha'miyah yang sudah matang
Awas, jangan ngiler liat gambar di atas. :D Sekarang waktunya menikmatan tha'miyah di rumah tanpa perlu jauh-jauh ke Nasr City.

Ohya, adonan tha'miyah juga bisa dilolah dengan variasi lain, misalnya seperti tha'miyah bil baydh (tha'miyah campur telur).  Caranya, adonan yang sudah ada diaduk dengan telur mentak, lalu digoreng. Seingat saya, d belakang masjid Al-Azhar, Kairo, tepatnya di kawasan Darbul Atrak, terdapat salah satu rumah makan kecil yang menyediakan falafel dengan campuran telur seperti ini.

tha'miyah bil baydh, adonan falafel yang dicampur telur
Tha'miyah bisa disantap begitu saja seperti pergedel atau bakwan. Tapi, umumnya tha'miyah  disajikan bersama fuul medammes rebus, yang disantap bersama roti, salathah (salad), ditambah minyak simsim atau minyak zaitun

falafel, fuul medammes rebus, salad, minyak zaitun
Selain itu, tha'miyah juga bisa dijadikan sebagai isi roti sandwich, dengan campuran fuuul rebus dan salah seperti di atas, ditambah sedikit thahinah, bisa juga ditambah terung goreng dan kentang goreng iris (syibsyi)

Salah satu sanwich tha'miyah paling enak di Kairo bisa dijumpai di kawasan Masakin Utsman, Nasr City, yaitu sandwich yang mereka beri nama sebagai Habasytakanat (الحبشتكنات), tepatnya di restoran Babay (باباي).

Hmmm... bicara urusan makanan dan perut memang tidak ada habisnya. Ya sudahlah, pokoknya makanan ini sangat bergizi tinggi. Konon kabarnya, Imam Syafi'i rahimahullah betah tinggal di Mesir karena beliau sangat menyukai fuul dan air tebu yang banyak tersedia di negeri itu.
بالهنا والشفا ...

2 comments:

  1. Haha.. bs pesan tomeya online ga...laperr ne hbis bca atikelnya.

    ReplyDelete

Komentar yang sopan ya... :D

Mental Terung

Suatu ketika, Gubernur Al-Shihabi berkata kepada seorang pelayannya: "Hari ini, saya ingin sekali makan terong..." "Ah...