Monday, May 30, 2016

Petuah Imam Ahmad bin Hanbal r.a, Agar Wanita Hamil Melahirkan Dengan Mudah

Menunggu saat-saat istri melahirkan adalah momen penuh kebahagiaan, yang sekaligus bercampur aduk dengan harap dan cemas.

Dalam Kitab Thibbun Nabawi, Imam Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah memberikan suatu resep kepada mereka yang tengah menunggu kelahiran buah hati.

Resep berupa amalan ruqyah ini merupakan petuah dari Imam Ahmad bin Hanbal r.a, dan sangat mudah dilakukan,

Kitab Thibbun Nabawi pada awalnya merupakan suatu bab dari kitab Zaadul Ma'ad fi Hadyi Khairul Ibad, bab ini mengulas khusus tentang perkara pengobatan dan sunnah-sunnah seputar kesehatan ala Rasulullah Saw. Namun karena begitu populernya bab kesehatan ini sehingga para ulama sering mengulasnya secara tersendiri.

Adapun bab tentang amalan agar mudah melahirkan ini ditulis khusus dalam bagian 'Kitab li 'usr al-wiladah'.

Berikut petikannya:

(Kitab tentang kesulitan melahirkan). al-Khallal berkata: Aku diberitahu oleh Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, ia berkata:

Aku melihat ayahku menulis sesuatu untuk perempuan yang susah melahirkan, tulisan tersebut ditulis di atas lembaran putih, atau sesuatu yang bersih, pada lembaran tersebut beliu tuliskan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas r.a, yaitu (berupa zikir) berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ: كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا ساعَةً مِنْ نَهارٍ بَلاغٌ ، كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَها لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحاها

Al-Khallal juga meriwayatkan:
Kami diberitahu oleh Abu Bakar al-Marwazi: Sesungguhnya Abu Abdillah (Ahmad bin Hanbal) didatangi oleh seorang pria dan bertanya:

"Wahai Abu Abdillah, benarkan engkau menuliskan sesuatu untuk wanita yang susah melahirkan 2 hari yang lalu? (Bagaimana caranya?)".

Imam Ahmad menjawab:
"katakan padanya, untuk menuliskan pada lembaran putih dan air za'faran (kalimat di atas)".

Al-Marwazi berkata: dan aku melihat beliau menuliskan hal tersebut untuk beberapa orang.

Diriwayatkan pula dari Ikrimah r.a dari Ibnu 'Abbas r.a:

"Suatu ketika, Nabi Isa a.s berjalan melewati seekor sapi betina yang janinnya meronta-ronta di dalam perutnya (sehingga ia kesakitan), lalu sapi itu berkata:

Wahai Kalimatullah (sebutan Nabi Isa a.s), berdoalah kepada Allah Swt agar Ia menyelamatkanku dari apa yang aku alami ini".

Lalu Nabi Isa a,s mengucapkan:

يَا خَالِقَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخَلِّصَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخْرِجَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، خَلِّصْهَا

Setelah itu, sapi itu pun melahirkan anaknya. dan anak sapi itu langsung berdiri dan dicium oleh induknya.

Ikrimah berkata: maka apabila ada seorang wanita yang susah/payah melahirkan, maka tuliskanlah doa di atas untuknya.

Semua petuah di atas merupakan bentuk ruqyah syar'iyyah dan insya Allah manjur.

Sebagian ulama salaf menyatakan bolehnya menuliskan ayat-ayat al-Qur'an (pada wadah) lalu meminumnya, dan hal tersebut merupakan jenis pengobatan yang diberikan Allah Swt.

Ada juga tulisan lain yang boleh diamalkan, yaitu menuliskan ayat berikut pada bejana yang bersih:

إِذَا السَّماءُ انْشَقَّتْ وَأَذِنَتْ لِرَبِّها وَحُقَّتْ، وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ وَأَلْقَتْ ما فِيها وَتَخَلَّتْ

Lalu bejana tersebut diisi dengan air, lalu airnya diminumkan kepada wanita hamil, dan dipercikkan juga ke perutnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menempelkan sesuuatu lembaran pada keningnya, dan pada lembaran tersebut tertulis ayat:

وَقِيلَ يا أَرْضُ ابْلَعِي ماءَكِ، وَيا سَماءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْماءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ

Dan aku (Ibnul Qayyim) mendengar beliau berkata: "Aku menuliskan ayat serupa untuk beberapa orang, dan mereka sembuh".

(Thibbun Nabawi, terbitan Darul Fikr, hlm. 277-278)




Wednesday, May 11, 2016

Jernihnya Danau Laut Tawar, Keindahan Surgawi Yang Tersembunyi di Tanah Gayo

Perjalanan kurang lebih 5 jam dari Bireun menuju Takengon menempuhi jalanan terjal yang lumayan sempit. Tidak perlu menyalakan AC kendaraan di sini, udara pegunungan yang segar dan sejuk rasanya lebih bermanfaat merefresh oksigen di dalam tubuh.

Tapi percayalah, letih akibat jauhnya perjalanan akan sirna seketika anda tiba di perbatasan kota kebanggaan masyarakat Gayo ini. Takengon!

Saya mendengar nama Gayo pertama kali ketika membaca buku RPUL (Rangkuman Pengatahun Umum Lengkap) semasa duduk di bangku SD. Nama penulisnya, Iwan Gayo, barangkali berasal dari daerah ini. Hmmm... cerita tentang kota ini Insya Allah saya tulis di kali yang lain saja.

Syahdan, penurunan menjelang masuk ke kota Takengon, tampaklah bentangan indah maha karya Ilahi, sebuah danau alam dengan gugusan bukit barisan yang mengelilinginya, itulah Danau Laut Tawar!

Danau Laut Tawar di Tanah Gayo, Aceh
Tanya punya tanya, mengapa danau ini disebut Laut Tawar? Apa karena airnya yang tawar? Barangkali begitu.

Dari kampung Paya Tumpi Baru, sepertinya di sinilah perbatasan antara Takengon dengan Redelong. Tempat yang pas untuk melepas lelah memanjakan mata melihat panorama danau Laut Tawar dari kejauhan.

Kalau dikelilingi, katanya hanya butuh waktu 2 jam saja untuk mengitari danai seluas 5472 hektar ini. Suasana sekeliling danau menunjukkan kalau tasik yang satu ini belum banyak tersentuh jamahan tangan manusia.

Danau laut tawar terlihat dari Kampung Paya Tumpi Baru
Perkebunan kopi di sekeliling danau seakan menegaskan betapa berdaulatnya qahwa di daerah ini. Katanya, belum bisa disebut 'sampai ke Gayo' jika belum menikmati kopi Gayo!

Melihat danau lebih dekat, singgahlah di salah satu pinggiran danau: Pante Gemasih, kira-kira 30 menit perjalanan dari kota Takengon.

Pante Gemasih, Danau Laut Tawar
Di pante Gemasih, nyatalah betapa jernihnya air danau ini, seakan bisa diminum langsung. Bebatuan kerikil di bagian tepi tampak jelas bagai terlihat di bawah kaca. Nyaris tidak ada sampah, karena memang belum banyak manusia menyalurkan bakat kejahilannya di sini.

Jernihnya danau Laut Tawar di Takengon
Tak berani minum? Ya berenang sajalah... Tidak usah terlalu dipikirkan misteri Lembide, makhluk halus yang konon katanya menunggui danau ini dan suka menghisap darah manusia yang berenang di danau ini. Asal tidak berenang terlalu jauh ke tengah, Insya Allah masih aman.

Berenang 2 jam di tempat ini rasanya belum puas, apalagi kalau diselingi semangkuk mie rebus yang masih panas! Udara yang dingin membuat kita malas keluar dari air, sebab suhu udara di air lebih hangat dan nyaman.

Tidak pandai berenang? Ya sudah, foto-foto sajalah,.. dan itulah serugi-ruginya traveler! :D

Tuesday, May 3, 2016

Pohon Kurma Di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Berbuah

Tak perlu jauh-jauh Timur Tengah untuk melihat kebun kurma! Datang saja ke Masjid Agung Annur Pekanbaru, Riau. Di sekeliling masjid ini terdapat beberapa pohon kurma, sehingga terkesan ketika mengunjungi masjid ini seakan sedang berkunjung ke Timur Tengah. (lebay :D)

Di antara pohon-pohon kurma tersebut, ada yang sudah berbuah. Waktu ane ke sini akhir April 2016 lalu, buahnya masih mentah.


pohon kurma yang berbuah di masjid agung Annur Pekanbaru, dipagari supaya tidak diganggu tangan jahil
Dilihat dari bentuknya, kurma ini sepertinya jenis zaghlul atau hijazi, terlihat dari ciri fisiknya yang berwarna kekuningan dan berukuran kecil. Wallahu A'lam, saya hanya melihat dari jauh.

Pengurus masjid memagari pohon kurma yang berbuah agar terhindar dari tangan-tangan jahil. Apalagi, sebagian masyarakat Indonesia percaya kalau kurma hijau atau kurma mentah itu adalah obat.

pohon kurma berbuah di masjid agung Annur Pekanbaru
Apa? Kurma mentah bisa jadi obat? Obat apa? Obat Mandul!

Entah dari mana cerita ini berkembang, tapi nyatanya banyak yang percaya. Tak heran kalau di tanah suci, banyak jamaah umrah yang membeli putik kurma (mentah) yang masih hijau untuk dibawa pulang, buat oleh-oleh bagi kerabat yang belum dikaruniai anak keturunan.

Di pasar Balad atau Kournish, Jeddah, penjual kurma hijau mudah ditemui. Umumnya, ketika melihat jemaah asal Indonesia, para pedagang akan datang -ada juga yang membawa gerobak sorong- menawarkan putik kurma hijau yang sudah dibungkus plastik. Harganya berkisar 10 Riyal per bungkus.

"Haji... haji ... kurma muda... kurma muda... Obat... obat...". sepertinya mereka sudah terbiasa mengucapkan itu. :D

Apakah rumor ini diciptakan untuk kepentingan bisnis? Wallahu A'lam. Tapi memang, kurma dari dulu sudah dikenal sebagai makanan penambah kesuburan, baik pada laki-laki maupun perempuan. Kandungan kurma yang kaya vitamin, A, B dan E, zat besi dan nutrisi lain dipercaya bisa memberi harapan bagi mereka yang sudah lama merindukan keturunan. Tapi, untuk mendapatkan khasiat itu, sepertinya tidak perlu mengkonsumsi kurma muda yang kelat dan pahit itu. Kurma yang matang justru memiliki nutrisi yang lebih kaya.

Jadi, konsumsi saja kurma 7 butir per hari, bila perlu ditambah dengan asupan lain seperti madu, atau jus anggur, jus buah delima (rumman), Insya Allah bisa menambah kesuburan bagi pria dan wanita. Dan jangan lupa, banyak-banyak berdoa!

taman kebun kurma di salah satu sisi masjid Annur Pekanbaru
Baik, kembali ke cerita kebun kurma di Masjid Annur Pekanbaru... Saya jadi terfikir kalau ternyata kurma bisa tumbuh dan berbuah di Indonesia. Teknologi rekayasa genetika zaman sekarang sepertinya sangat memungkinkan untuk mengembangkan tanaman kurma di wilayah tropis. Saya jadi membayangkan andai saja di Riau ini ada hamparan kebun kurma yang luas, tentu akan sangat menarik dan bisa jadi alternatif 'pemandangan' di Riau yang selama ini hanya didominasi kebun-kebun sawit.

Sunday, May 1, 2016

Lirik Nasyid Ha Ana Dza هأنذا Humood Al-Khuder [Terjemahan Bahasa Indonesia + Download MP3]

Setelah populer dengan Kun Anta (كن أنت), penasyid asal Kuwait, Humood Al-Khuder kembali hadir dengan nasyid inspiratif baru, kali ini berjudul Ha Ana Dza (هأنذا).

Seperti biasa, nasyid Humood berisi pesan religius sekaligus penuh motivasi. Ha Ana Dza adalah kalimat dalam bahasa Arab yang berarti "Inilah Aku", sepotong kalimat yang mengandung motivasi agar selalu percaya diri, gigih dan penuh semangat juang.

Bagi yang pernah di pesantren, kalimat Ha Ana Dza tentu bukan ungkapan baru. Pada mata pelajaran Mahfuzhat, santri ditanamkan doktrin mendalam melalui sebait syair yang wajib dihafal luar kepala:

إن الفتى من يقول ها أنا ذا
وليس الفتى من يقول كان أبي

Seorang pemuda adalah 
Yang bangga mengatakan "Inilah Aku"
Dan tidak disebut pemuda 
Orang yang mengatakan " Bapakku dulu..."
[membanggakan nasabnya]

Berikut Lirik lagu Humood Al-Khuder, Ha Ana Dza, dan terjemahan bebasnya ke dalam bahasa Indonesia.

Salam inspiratif !

Download MP3 HA ANA DZA - HUMOOD ALKHUDER

هأنذا
INILAH AKU
Voc: Humood Alkhuder
Ciptaan : Seif Fadhil
Distributor: Mustafa Cecel
Mix: Levent Demirbas

***

أنا لست ممن قال كان أبي, بل قلت للأكوان هأنذا
Aku tidak termasuk orang yang mengatakan:
"Dulu bapakku begini.." (membanggakan keturunan)
Tapi akan kukatakan pada semesta:
"Inilah aku..!"

عزمٌ و إصرارٌ ملا قلبي, لم يثنني قولٌ لذاك و ذا
Tekad dan kegigihan penuhi jiwaku
Cemoohan begini dan begitu takkan goyahkan diriku

هأنذا هأنذا, أروي الحياة سعادةً وتفاؤلا
هأنذا هأنذا, لا مستحيل يعيقني في الكون لا
Inilah aku, inilah aku
Aku isi kehidupan ini
Dengan kebahagiaan dan harapan
Inilah aku, inilah aku
Kemustahilan di dunia ini
Takkan mampu lumpuhkanku

كم قال لي بعضٌ: ستبقى هنا, انظر لطول الدرب، لن تجني
Ada yang bilang padauku:
"Ah, kamu takkan sampai
Lihat, jalan itu sanga jauh
Kamu takkan bisa mencapai (impianmu)"

ما كنت أسمعهم فذاك أنا, حرٌ طليقٌ واثقاً أبني
Tapi aku tak pedulikan ocehan mereka
Inilah aku,
 Berjiwa merdeka, bebas dan percaya diri

هأنذا هأنذا, أروي الحياة سعادة و تفاؤلا
هأنذا هأنذا, لا مستحيل يعيقني في الكون لا
Inilah aku, inilah aku
Aku isi kehidupan ini

Dengan kebahagiaan dan harapan
Inilah aku, inilah aku
Mustahil ada di dunia ini
Yang mampu lumpuhkanku

ليس دربي من ورود, كان شوكاً قاسياً طول الطريق
Jalanku tidak bertabur bunga
Tapi penuh onak duri, berat dan amat jauh

إن تعثرت ألاقي من يجود, حب أهلي، قربهم، صدق الصديق
Jika aku tergelincir
aku masih punya penyemangat:
Cinta dam kehangatan keluarga
Serta kesetiakawanan sahabat

لست أنسى أنني يوما سعيت، فارتقيت، كي أغني للوجود
Aku takkan lupa
Bahwa aku pernah berusaha
Aku bangkit
Agar aku bisa buktikan
Kepada semua yang ada

هأنذا هأنذا, أروي الحياة سعادة و تفاؤلا
هأنذا هأنذا, لا مستحيل يعيقني في الكون لا
Inilah aku, inilah aku
Aku isi kehidupan ini
Dengan kebahagiaan dan harapan
Inilah aku, inilah aku
Kemustahilan di dunia ini
Takkan mampu lumpuhkanku

***



Mental Terung

Suatu ketika, Gubernur Al-Shihabi berkata kepada seorang pelayannya: "Hari ini, saya ingin sekali makan terong..." "Ah...