Tuesday, July 28, 2015

Berbahagialah Engkau, Wahai si Gila Yang 'Melihat' Tuhannya...

Malik bin Dinar bercerita:

Suatu hari, aku berjalan melewati lorong kota Bashrah, tiba-tiba aku melihat segerombolan anak-anak tengah melempari seorang pria dengan batu.

Aku pun bertanya kepada anak-anak tersebut:


"Apa yang kalian lakukan ini?".

Anak-anak itu menjawab:

"Itu orang gila yang mengaku selalu melihat Tuhan sepanjang waktu"

Aku pun segera menjauhkan anak-anak itu dari orang tersebut, lalu aku mendekati orang tersebut, ternyata ia adalah seorang pemuda yang amat tampan, ia menyandarkan punggungnya ke sebuah tembok.

Aku pun bertanya kepadanya:

"Benarkah yang dikatakan anak-anak itu tentangmu?".

"Memangnya apa yang mereka katakan". Jawab pemuda tersebut balik bertanya.

Aku berkata:

"Mereka bilang, engkau mengaku selalu melihat Allah sepanjang waktu...".

Pemuda itu pun menangis mendengar ucapanku, lalu ia berkata:

"Demi Allah, aku tidak pernah kehilangan Dia sejak aku mengenal-Nya... dan jika aku kehilangan Dia, tentu aku tidak akan mentaati-Nya".

Kemudian pemuda itu menyenandungkan sebuah syair:
Sungguh nestapa jauh dari-Mu bila selama ini aku senantiasa dekat
Sungguh tak kuasa berpisah dengan-Mu jika sudah dimabuk cinta pada-Mu
Jika mata ini tak kuasa melihat-Mu, tapi hati ini senantiasa memandang-Mu

[Dari kitab 'Uqalâ' al-Majanin, karangan Abu al-Qasim al-Hasan bin Muhammad bin al-Habib, halaman: 322]

No comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan ya... :D

Kisah Sang Imam 1001 Dalil

Suatu ketika, Imam al-Fakhrur Razi (w. 605 H) berjalan di kota Ray, dengan diiringi barisan muridnya yang begitu banyak. Tak lama, romb...