Cinta Sejati Itu Memberi.. Kata William Arthur

Di musim akik dan giok ini, ada sebuah buku pengembangan diri yang cukup menarik (setidaknya menurut saya). Judulnya 60 Management Gems, Applying Management Wisdom in Life yang ditulis bersama oleh Dr. A.B Susanto dan R. Masri Sareb Putra.

Dalam buku dengan halaman cukup tebal ini, penulis mencoba menghubungkan antara permata dan batu mulia dengan kepribadian manusia. Bagi anda peminat bacan, akik, junjung derajat, giok.. yaaaah, pokoknya peminat batu.. sebaiknya anda segera ke Gramedia dan beli buku ini! Tunjukkan akik anda, barangkali dapat diskon... hehehe :D

Pokoknya, inspirasi dalam buku ini membuat diri anda lebih berkualitas seperti berkualitasnya akik di jari anda !

Oke... Salah satu petikan menarik, dalam buku ini yang saya ingin bagikan dengan pembaca adalah seperti yang tertulis pada halaman 238:

"Cinta sejati itu memberi,". kata William Arthur Dunkerley. JOhn Oxendam, nama penulis dan penyair ini menggambarkan cinta secara indah:
"Love ever gives. Forgives outlives. And ever stands with open hands. And while it lives, it gives. For this iz love's prerogatives - to give, and give, and give".
Orang yang hidup berkualitas dan bermakna menjalani hidup dengan lebih hidup. Mereka juga menatap dan melihat segala hal dengan tatapan kasih. Yang dilihatnya seakan-akan merupakan pantulan wajahnya sendiri. Oleh karena itu, kematian bukanlah kehilangan terbesar dalam hidup. Akan tetapi, kehilangan terbesar dalam hidup, seperti dikatakan oleh Norman Cousins adalah:
"Segala sesuatu yang mati dalam diri kita ketika kita hdup" [Death is not the greatest loss in life. The greatest loss is what dies inside while we live".
Sesuatu yang mati itu adalah cinta. Ketika cinta hidup, hidup pulalah kehidupan kita. Sebaliknya, ketika cinta mati dalam diri kita, maka akan kita menjadi orang yang kehilangan besar.


No comments

Komentar yang sopan ya... :D

Powered by Blogger.