Monday, March 7, 2016

Belum Ditemukan: Cara Menikmati Kemacetan Minas - Duri

Bagi yang sering berpergian melewati jalan lintas lintas timur Sumatera (jalinsum) dari Pekanbaru ke Medan, barangkali sudah tidak asing lagi dengan kemacetan sepanjang jalur Minas hingga ke Duri.

Ada banyak sebab kemacetan di sini: kecelakaan lalu lintas, truk pengankut kayu (logging) yang terbalik, dan yang paling klasik adalah perbaikan jalan (Alhamdulillah, sudah 70 tahun merdeka, di Sumatera ada jalan lintas, walau kalkulator tak sanggup menghitung jumlah lubang yang menganga di tengahnya... :D).

pembangunan jalan beton jalan lintas sumatera di wilayah Minas, Riau
Jadi, jika anda akan melewati jalur ini, bersiaplah mendermakan waktu anda lebih kurang 2 atau 3 jam untuk kemacetan. Di sini tidak berlaku pepatah 'waktu adalah uang'. Jika anda seorang pakar budget, waktu 2 jam harus anda anggarkan sebagai 'waktu tak terduga'.

Dan sayangnya, cara menikmati kemacetan di jalur ini belum ditemukan! Yah, minimal oleh saya sendiri. Tidak ada air terjun yang bisa dlihat, tidak ada rest area untuk melepas pegal di punggung. Di sini anda hanya bisa melihat pipa-pipa yang mengalirkan minyak bumi, di tambah hamparan perkebunan kelapa sawit sejauh mata memandang. Yah, lumayanlah untuk sekedar mengingatkan kalau negeri ini memang kaya, walau tak sebanding dengan bentuk jalan rayanya.

Bagi sebagian orang, kemacetan adalah ladang rizki. Misalnya bagi penjual makanan yang sudah standby sejak pagi menjajakan dagangan mereka ke pengguna jalan. Alhamdulillah,

pedagang makanan mengais rezeki di tengah kemacetan


kalau beruntung, anda bisa melewati kemacetan kurang dari 2 jam

butuh nyali tersendiri jika terjebak macet bersama pengangkut kayu ini.

No comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan ya... :D

Kisah Sang Imam 1001 Dalil

Suatu ketika, Imam al-Fakhrur Razi (w. 605 H) berjalan di kota Ray, dengan diiringi barisan muridnya yang begitu banyak. Tak lama, romb...