Ketika Lebih Baik Tidur Daripada Tahajjud?

Credit image: ๐‘ƒ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘’๐‘Ÿ ๐‘‡๐‘–๐‘š๐‘’ ๐ต๐‘™๐‘ข๐‘’ ๐‘€๐‘œ๐‘ ๐‘ž๐‘ข๐‘’ ๐ถ๐‘Ž๐‘–๐‘Ÿ๐‘œ, by Walter Charles Horsley (1855 – 1921)
Diriwayatkan, suatu ketika, Imam Abรป Ishรขq al-Syรฎrรขzi (w. 393 H), pengarang kitab ๐‘Ž๐‘™-๐‘€๐‘ขโ„Ž๐‘Ž๐‘‘๐‘ง๐‘‘๐‘ง๐‘Ž๐‘, yang masih remaja dibawa ayahnya menghadiri majelis ilmu di sebuah masjid. Setelah itu, keduanya menumpang istirahat di masjid tersebut. Di tempat itu juga ada jamaah lain yang jumlahnya cukup banyak.

Lewat tengah malam, Imam al-Syรฎrรขzi muda dan ayahnya bangun untuk sholat tahajjud. Usai sholat, al-Syรฎrรขzi muda melihat ternyata hanya mereka berdua yang sholat malam, sedangkan yang lain tertidur pulas.

Melihat pemandangan tersebut, al-Syรฎrรขzi muda berujar:


"Ayah, kasian sekali orang-orang ini, daripada mereka tiduran saja, tentu lebih baik sholat 2 rakaat!".
Mendengar itu, sang ayah berkata:


"Nak, lebih baik engkau juga ikut tidur, dari pada menyebut-nyebut keburukan orang lain".
***



No comments

Komentar yang sopan ya... :D

Powered by Blogger.